always learning and always trying

Nama-Nama Rasulallah SAW.

Share on :

 Diasuh oleh:
Ust. Muhammad Muafa, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren IRTAQI, Malang, Jawa Timur
Pertanyaan kirim ke: redaksi@suara-islam.com atau ghufronak@gmail.com

السلام عليكم
Afwan ust, selain Muhammad dan Ahmad, nama Rasul Saw apa aja?

Fauzan, Aceh


Jawaban:
وعليكم السلام ورحمة الله

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ memiliki nama lebih dari satu. Nama-nama tersebut bersifat Tauqifi (doktrinal) yang diperoleh dari riwayat dan tidak boleh dikarang sendiri. Memberi nama Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dengan nama yang tidak pernah diakui oleh beliau sama dengan berdusta atas nama beliau dan termasuk Iftiro (mengada-ada) yang dilarang oleh syariat. Namun boleh mensifati Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dengan sifat mulia secara wajar yang sesuai dengan realitas sifat beliau, meskipun secara lafadz tidak pernah ditemukan dalam Nash. Syaratnya, sifat tersebut dikandung oleh Dalalah (penunjukan makna) Nash dan tidak melampaui batas dalam memuji Nabi sebagaimana kaum Nashrani melampaui batas dalam memuji Nabi Isa As.

Adapun jumlah nama-nama Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, terdapat beragam pendapat dikalangan ulama. Ibnu Al-'Aroby dalam Ahkamu Al-Qur'an menghitung ada 67 nama. Al-Harroni dalam Asma-u An-Nabi menghitungnya 99 nama. As-Suyuthi dalam kitabnya Ar-Riyadhu Al-Aniqoh menghitung sekitar 112 buah. Pengarang kitab Wasilatu Al-Muta'abbidin Ila Mutaba'ati Sayyidi Al-Mursalin menukil riwayat dari ibnu Abbas bahwa jumlahnya 180 buah. Al-Jazuli dalam Dala-il Al-Khoirot menghitung sebanyak 200 nama. Ibnu Dihyah dalam Al-Mustaufa mendapatkan sekitar 300 nama. Malah Syauman dalam kitabnya Irsyadu Al-Uqul mendapatkan 700 buah nama. Lebih hiperbolis lagi, sebagian Sufi menganggapnya ada 1000 buah! Berikut ini kami deretkan 13 (tigabelas) nama Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang paling populer dan yang paling sharih (lugas) dinyatakan dalam Nash atau yang lebih dekat ditafsiri sebagai nama beliau. Nama-nama beliau akan didaftar dengan sedikit syarah (penjelasan) atas nama-nama tersebut.

Nama-Nama Populer Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Nama-nama yang dengan jelas disebut Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebagai nama beliau adalah sebagai berikut;
1. Muhammad (مُحَمَّدٌ )
2. Ahmad (أَحْمَدُ )
3. Mahi (الْمَاحِيْ )
4. Hasyir (الْحَاشِرُ )
5. Aqib (الْعَاقِبُ )
6. Muqoffi (الْمُقَفِّيْ )
7. Nabiyyut Taubah (نَبِيُّ التَّوْبَةِ )
8. Nabiyyur Rohmah (نَبِيُّ الرَّحْمَةِ )
9. Nabiyyul Malhamah (نَبِيُّ الْمَلْحَمَةِ )
10. Khotim (الْخَاتِمُ )
11. Mutawakkil (الْمُتَوَكِّلُ )
12. Sayyidu Waladi Adam (سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ )
13. Ibnu 'Awatik (ابْنُ الْعَوَاتِكِ )

Penjelasan Arti Nama-Nama Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

1. Muhammad (مُحَمَّدٌ )
Muhammad adalah nama yang paling masyhur untuk Nabi kita tercinta. Nama ini disebut Allah dalam Surat Ali-Imran, Al-Ahzab, Muhammad, dan Al-Fath . Allah berfirman;

{وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ} [آل عمران: 144]

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul (Ali Imran; 144)

{مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ } [الأحزاب: 40]

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu (Al-Ahzab; 40)

{ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ} [محمد: 2]

Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan Itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki Keadaan mereka. (Muhammad; 2)


{مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ} [الفتح: 29]
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang Kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (Al-Fath;29)

Lafadz Muhammad adalah jenis Isim 'Alam (اسْمُ عَلَمٍ ) yang Manqul/Transcribed (مَنْقُوْلٌ) dari Shifat/Adjective (صِفَةٌ) yang berupa Isim Maf'ul (اسْمُ مَفْعُوْلٍ). Asalnya dari kata حَمَّدَ yang merupakan bentuk Mubalaghoh dari kata حَمِدَ. Dalam bahasa Arab, Wazan فَعَّلَ diantaranya memberi faidah makna تَكْثِيْرٌ (intensitas tinggi). Kata قَطَعَ misalnya, maknanya adalah "memotong". Jika kata ini diubah ke wazan قَطَّعَ maka maknanya berubah menjadi "memotong berkali-kali/ memotong-motong/merajang". Demikian pula kata مُحَمَّدٌ kata ini asalnya dari kata حَمِدَ yang bermakna "memuji". Ketika diubah ke Wazan فَعَّلَ sehingga menjadi حَمَّدَ maka maknanya berubah menjadi " banyak memuji/berkali-kali memuji" . Kemudian lafadz itu diubah menjadi Isim Maf'ul untuk memberi makna obyek yang dikenai pekerjaan sehingga lafadznya menjadi مُحَمَّدٌ. Akhirnya makna finalnya adalah "yang berkali-kali dipuji/banyak dipuji/sering dipuji" .Nama Muhammad bagi Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjadi pembenar sekaligus bukti keagungan beliau, karena beliau banyak dipuji baik penduduk bumi maupun penduduk langit.

Ajaibnya, tidak ada orang Arab sebelum diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang memberi namanya dengan nama Muhammad. Mungkin hikmah Allah yang Maha luhur memang telah menghendaki demikian. Bayi-bayi yang lahir dikalangan Arab tidak ada yang dinamai Muhammad hingga datang suatu waktu di saat masa diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sudah dekat, sejumlah orang Arab mendengar dari Ahli Kitab bahwa tak lama lagi akan diutus seorang Nabi bernama Muhammad. Maka mereka sangat berharap agar anak mereka yang mendapat keberuntungan itu. Akhirnya sejumlah ayah menamai bayi mereka dengan nama Muhammad sebelum Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ diutus. Ibnu Katsir dalam Sirahnya mencatat nama enam orang-dan tidak ada lagi yang ketujuh- yang diberi nama Muhammad sebelum Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ diutus. Mereka adalah:
o Muhammad bin Uhaihah (محمد بن أحيحة)
o Muhammad bin Maslamah (محمد بن مسلمة)
o Muhammad bin Baro' (محمد بن براء)
o Muhammad bin Sufyan (محمد بن سفيان)
o Muhammad bin Humron (محمد بن حمران), dan
o Muhammad bin Khuza'I (محمد بن خزاعي)

Namun diantara keenam nama ini tidak ada satupun yang mengaku sebagai Nabi, atau dipromosikan orang lain sebagai Nabi. Oleh karena itu, tidak ada celah keraguan sedikitpun atas kenabian Muhammad Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang sebenarnya yaitu Muhammad bin Abdillah.

Menurut As-Suhaili dalam kitabnya "Ar-Roudh Al-Unuf", Syarah Siroh Ibnu Hisyam, yang memberi nama Muhammad adalah kakek beliau sendiri; Abdul Muttholib. Abdul Muttholib ingin cucunya dipujui oleh seluruh penduduk bumi karena mimpi yang dilihatnya. Berikut nukilan mimpi Abdul Mutthalib dalam kitab tersebut;

الروض الأنف (1/ 276)

كَانَ عَبْدُ الْمُطّلِبِ قَدْ رَأَى فِي مَنَامِهِ كَأَنّ سِلْسِلَةً مِنْ فِضّةٍ خَرَجَتْ مِنْ ظَهْرِهِ لَهَا طَرَفٌ فِي السّمَاءِ وَطَرَفٌ فِي الْأَرْضِ وَطَرَفٌ فِي الْمَشْرِقِ وَطَرَفٌ فِي الْمَغْرِبِ ثُمّ عَادَتْ كَأَنّهَا شَجَرَةٌ عَلَى كُلّ وَرَقَةٍ مِنْهَا نُورٌ وَإِذَا أَهْلُ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ كَأَنّهُمْ يَتَعَلّقُونَ بِهَا ، فَقَصّهَا ، فَعُبّرَتْ لَهُ بِمَوْلُودِ يَكُونُ مِنْ صُلْبِهِ يَتْبَعُهُ أَهْلُ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَيَحْمَدُهُ أَهْلُ السّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَلِذَلِكَ سَمّاهُ مُحَمّدًا مَعَ مَا حَدّثَتْهُ بِهِ أُمّهُ حِينَ قِيلَ لَهَا : إنّك حَمَلْت بِسَيّدِ هَذِهِ الْأُمّةِ فَإِذَا وَضَعْته فَسَمّيهِ مُحَمّدًا

Abdul Muttholib melihat dalam mimpinya seakan-akan ada sebuah rantai yang terbuat dari perak keluar dari punggungnya. Santai itu salah satu ujungnya berada di langit ujung yang lain berada di bumi. Ujung yang lain berada d timur,ujung lain berada di barat. Kemudian rantai itu kembali seakan-akan dia berubah menjadi pohon, yang mana setiap daunnya ada cahayanya. Tiba-tiba penduduk timur dan barat bergelantungan padanya..lalu Abdul Muttholib menceritakan mimipi itu maka di tafsirkan akan ada bayi yang akan keluar dari keturunannya yang akan diikuti penduduk timur dan barat dan akan dipuji penduduk langit dan bumi. Karena itulah dia menamai cucunya Muhammad. Hal ini menguatkan yang diceritakan ibu Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ketika mengandungnya, yakni saat ada suara; Sesungguhnya engkau mengandung pemimpin umat ini. Jika engkau telah melahirkannya namailah Muhammad (Ar-Roudh Al-Unuf vol.1, hlm 276)

2. Ahmad (أَحْمَدُ )

Nama ini adalah nama yang disebut nabi Isa Alaihissalam ketika memberi kabar gembira akan datangnya Nabi dan Rasul terakhir. Allah berfirman;
{وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ } [الصف: 6]

Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (As-Shoff;6)

Sebagaimana lafadz Muhammad, lafadz Ahmad juga jenis Isim 'Alam (اسْمُ عَلَمٍ ) yang Manqul/Transcribed (مَنْقُوْلٌ) dari Shifat/Adjective (صِفَةٌ) yang berupa Isim Tafdhil (اسْمُ تَفْضِيْلٍ). Isim Tafdhil adalah lafadz yang bermakna paling atau lebih. Kata كَبُرَ (besar) misalnya jika diubah menjadi Isim Tafdhil menjadi أَكْبَرُ maka maknanya berubah menjadi "yang paling/lebih besar". Kata صَغُرَ (kecil) jika diubah menjadi Isim Tafdhil menjadi أَصْغَرُ maka maknanya berubah menjadi "yang paling/lebih kecil". Demikian pula kata أَحْمَدُ asalnya adalah حَمِدَ (memuji) yang diubah menjadi Isim Tafdhil sehingga menjadi bermakna "yang paling memuji". nama ini memberi sifat keutamaan kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ karena perkiraan maknanya adalah أَحْمَدُ الْحَامِدِيْنَ artinya, beliau adalah hamba Allah yang paling baik dalam memuji Allah diantara para pemuji.

3. Mahi (الْمَاحِيْ )

Mahi الْمَاحِيْ adalah Isim Fa'il yang bermakna "Yang Menghapus". Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Mahi karena beliau menghapus kekufuran atau menghapus dosa umat yang mengikutinya ketika mereka menjalankan ajaran-ajarannya.

4. Hasyir (الْحَاشِرُ )

Hasyir الْحَاشِرُ adalah Isim Fa'il yang bermakna "Yang mengumpulkan". Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Hasyir karena dengan aktivitas dakwah yang beliau lakukan, beliau mengumpulkan manusia menjadi pengikut beliau dan Allah tidak menerima agama seseorang sesudah diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ jika tidak mengikuti ajaran beliau. Bisa juga difahami bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang menjadi tumpuan harapan Syafaat pada hari kiamat sehingga para manusia berkumpul di sekeliling beliau.

5. Aqib (الْعَاقِبُ )

Aqib الْعَاقِبُ adalah Isim Fa'il yang bermakna "Yang datang belakangan". Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Aqib karena beliau menjadi Nabi terakhir dan tidak ada lagi Nabi sesudah beliau.

Nama Mahi, Hasyir, dan 'Aqib dinyatakan dalam hadis berikut;

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِي أَسْمَاءً أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِيَ الْكُفْرَ وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمَيَّ وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ أَحَدٌ

Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari bapaknya radliallahu 'anhu katanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mempunyai beberapa nama: (1) Aku bernama Muhammad. (2) Aku bernama Ahmad. (3) Aku bernama Al Mahi (penghapus), yang artinya Allah menumpas kekufuran denganku. (4) Aku bernama Al-Hasyir (pengumpul) yang artinya Allah mengumpulkan manusia mengikuti langkahku. (5) Aku bernama Al 'Aqib (penutup), yang artinya tidak ada seorang Nabi pun sesudahku. " (H.R.Muslim)

صحيح البخاري (11/ 362)
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِي خَمْسَةُ أَسْمَاءٍ أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِي الْكُفْرَ وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِي وَأَنَا الْعَاقِبُ

Dari Ibnu Syihab dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku memiliki lima nama, Aku adalah (1). Muhammad, (2). Ahmad, (3). aku juga Al Mahiy (penghapus), maksudnya Allah menghapuskan kekafiran melalui perantaraanku, (4). Aku juga Al Hasyir (penghimpun), maksudnya manusia akan berhimpun di bawah kakiku dan aku juga (5) Al 'Aqib, yang artinya tidak ada seorang nabi pun sepeninggalku..(H.R.Bukhari)

6. Muqoffi (الْمُقَفِّيْ )

Muqoffi الْمُقَفِّيْ adalah Isim Fa'il yang bermakna "Yang mengikuti jejak". Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Muqoffi karena beliau meneruskan ajaran Nabi-Nabi sebelumnya. Nama Muqoffi dekat juga dengan makna "Aqib.

7. Nabiyyut Taubah (نَبِيُّ التَّوْبَةِ )

Nabiyyut Taubah (نَبِيُّ التَّوْبَةِ ) bermakna Nabi Taubat. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Nabiyyut Taubah karena beliau datang dengan membawa ajaran Taubat, untuk membersihkan dan mensucikan umatnya dari kotoran dosa dan membebaskan mereka dari belenggu maksiat.

8. Nabiyyur Rohmah (نَبِيُّ الرَّحْمَةِ )

Nabiyyur Rohmah (نَبِيُّ الرَّحْمَةِ ) bermakna Nabi kasih sayang. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Nabiyyur Rohmah karena beliau datang dengan membawa ajaran kasih sayang. Menyayangi diri sendiri dengan menjauhi semua maksiat dan juga menyayangi sesama karena tidak ingin mereka tertimpa derita.
Nama Muqoffi, Nabiyyut Taubah, dan Nabiyyur Rohmah dinyatakan dalam hadis berikut;

صحيح مسلم (12/ 36)
عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَمِّي لَنَا نَفْسَهُ أَسْمَاءً فَقَالَ أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَحْمَدُ وَالْمُقَفِّي وَالْحَاشِرُ وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ

Dari Abu 'Ubaidah dari Abu Musa Al Asy'ari dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan beberapa nama kepada kami yang merupakan nama beliau pribadi, sabdanya: "Aku bernama Muhammad, Ahmad, Al Muqaffi (sama dengan nama Al Aqib, penutup), Al Hasyir, Nabiyyut-Taubah dan Nabiyyur-Rahmah." (H.R.Muslim)

9. Nabiyyul Malhamah (نَبِيُّ الْمَلْحَمَةِ )

Nabiyyul Malhamah (نَبِيُّ الْمَلْحَمَةِ ) bermakna Nabi Tempur. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Nabiyyul Malhamah karena beliau datang dengan membawa ajaran Jihad yang merupakan perintah Allah untuk menyebarkan Islam, yakni mendobrak penghalang fisik yang merintangi tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Nama Nabiyyul Malhamah dinyatakan dalam hadis berikut;

مسند أحمد (40/ 112)

عَن أَبِي مُوسَى قَالَ
سَمَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفْسَهُ أَسْمَاءً مِنْهَا مَا حَفِظْنَا وَمِنْهَا مَا لَمْ نَحْفَظْ فَقَالَ أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ والْمُقَفِّي وَالْحَاشِرُ وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ وَنَبِيُّ الْمَلْحَمَةِ

Dari Abu Musa ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberitahu kami nama-nama beliau dengan beberapa nama, diantaranya yang kami hafal, beliau bersabda: "Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al Muqaffi, Al Haasyir, Nabiyyut Taubah dan Nabiyyul Malhamah." (H.R.Ahmad)

10. Khotim (الْخَاتِمُ )

Khotim (الْخَاتِمُ ) adalah Isim Fa'il yang bermakna "Yang menutup/mengunci ". Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Khotim karena beliau menutup/ mengunci kenabian, sehingga tidak ada lagi Nabi dan Rasul sesudah beliau. Nama Khotim dinyatakan dalam hadis berikut;

مسند أحمد (34/ 104)

عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَحْمَدُ وَالْحَاشِرُ وَالْمَاحِي وَالْخَاتِمُ وَالْعَاقِبُ

Dari Nafi' bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Saya adalah Muhammad, Ahmad, Al Hasyir, Al Mahi, Al Khotim, dan Al 'Aqib." (H.R.Ahmad)

11. Mutawakkil (الْمُتَوَكِّلُ )

Mutawakkil (الْمُتَوَكِّلُ ) adalah Isim Fa'il yang bermakna "Yang bertawakkal ". Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Mutawakkil karena beliau adalah pribadi yang bertawakkal kepada Rabbnya. Nama Mutawakkil dinyatakan dalam hadis berikut;

صحيح البخاري (7/ 321)
عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ لَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قُلْتُ
أَخْبِرْنِي عَنْ صِفَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّوْرَاةِ قَالَ أَجَلْ وَاللَّهِ إِنَّهُ لَمَوْصُوفٌ فِي التَّوْرَاةِ بِبَعْضِ صِفَتِهِ فِي الْقُرْآنِ
{ يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا }
وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي سَمَّيْتُكَ المتَوَكِّلَ لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ وَلَا سَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يَدْفَعُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللَّهُ حَتَّى يُقِيمَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ بِأَنْ يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيَفْتَحُ بِهَا أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمًّا وَقُلُوبًا غُلْفًا

Dari 'Atho' bin Yasar berkata; Aku bertemu dengan 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma lalu aku katakan: "Kabarkan kepadaku tentang sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam kitab At-Taurah?" Dia berkata: "Baik. Demi Allah, sungguh Beliau telah disebutkan dalam kitab At-Taurah sebagian dari sifat-sifat Beliau seperti yang disebutkan dalam Al Qur'an (Wahai Nabi, sesungguhnya kami mengutus engkau sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan), menjaga para ummiyyin (kaum yang tidak baca tulis). Engkau adalah hambaKu dan RasulKu, Aku memberimu nama Al Mutawakkil, bukan orang yang bersifat kasar lagi keras tidak suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas keburukan dengan keburukan tetapi memaafkan dan mengampuni, dan Allah tidak akan mematikannya hingga Beliau meluruskan agama-agama yang bengkok agar hanya mengucapkan Laa ilaaha illallah yang dengannya akan membuka mata yang buta, telinga yang tuli dan hati yang tertutup". Hadits ini dikuatkan pula oleh 'Abdul 'Aziz bin Abu Salamah dari Hilal. Dan berkata, Sa'id dari Hilal dari 'Atho' dari Ibu Salam: Arti ghulf adalah tertutup atau segala sesuatu yang masih mempunyai penutup, saif aghlaf artinya pedang yang tersimpan dalam sarung, qaus ghulafa' artinya anak panah yang tertutup (tersimpan dalam sarungnya). Dan seorang laki-laki dikatakan aghlaf bila dia belum dikhitan (kemaluannya belum dikhitan) ". (H.R.Muslim)

12. Sayyidu Waladi Adam (سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ )

Sayyidu Waladi Adam (سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ ) bermakna; Pemimpin keturunan Adam. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Sayyidu Waladi Adam karena beliaulah yang ditunjuk untuk memberi Syafaat bagi keturunan Adam Alaihissalam pada hari kiamat. Nama Sayyidu Waladi Adam dinyatakan pada hadis berikut;

صحيح مسلم (11/ 383)
عن أَبُي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat kelak, aku adalah orang yang muncul lebih dahulu dari kuburan, aku adalah orang yang paling dahulu memberi syafa'at, dan aku adalah orang yang paling dahulu dibenarkan memberi syafa'at." (H.R.Muslim)

سنن الترمذى (12/ 61)
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ وَبِيَدِي لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلَا فَخْرَ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلَّا تَحْتَ لِوَائِي وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الْأَرْضُ وَلَا فَخْرَ

Dari Abu Sa'id dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saya adalah penghulu bani Adam pada hari kiamat, bukannya untuk membanggakan diri. Di tanganku terdapat bendera pujian, bukannya untuk membanggakan diri, dan tidak ada seorang Nabi pun pada hari itu, baik Adam maupun yang lain kecuali berada dibawah benderaku. Akulah orang yang pertama kali di bangkitkan (dari kubur) bukannya untuk membanggakan diri.". (H.R.At-Tirmidzi)

13. Ibnu 'Awatik (ابْنُ الْعَوَاتِكِ )

Ibnu 'Awatik (ابْنُ الْعَوَاتِكِ ) bermakna putra 'Atikah-'Atikah, karena 'Awatik adalah bentuk Jamak dari kata 'Atikah. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dinamai Ibnu 'Awatik karena nenek moyang beliau ada 5 orang wanita yang bernama 'Atikah. Nama Ibnu 'Awatik dinyatakan dalam hadis berikut;
المعجم الكبير للطبراني (6/ 300، بترقيم الشاملة آليا)
عَنْ عَمْرِو بن سَعِيدِ بن الْعَاصِ، أنا سِيَابَةُ بن عَاصِمٍ السُّلَمِيُّ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ يَوْمَ حُنَيْنٍ:"أَنَا ابْنُ الْعَوَاتِكِ"

"Dari 'Amr bin Said bin Al-'Ash Siyabah bin 'Ashim memberitahu bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda saat perang Hunain " Aku adalah putra Awatik" (H.R.At-Thobaroni)

Selain nama-nama ini, adapula sejumlah nama yang digali dari Nash seperti Rohmat Muhdah/ الرَّحْمَةُ الْمُهْدَاةُ (rahmat yang dihadiahkan), Ro-uf Rohim/ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ (yang penyayang dan pengasih), Shodiq/ الصَّادِقُ(yang Jujur), Amin/ الأَمِيْنُ (yang terpercaya), Mudzakkir/ الْمُذَكِّرُ (pemberi peringatan), Rasulullah/ رَسُوْلُ الله (utusan Allah), Khotamun Nabiyyin/ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ (penutup para nabi), Abdullah/ عَبْدُ الله (hamba Allah), Syahid/ الشَّاهِدُ (saksi), Mubassyir/ الْمُبَشِّرُ (pemberi kabar gembira), Nadzir/ النَّذِيْرُ (pemberi peringatan), Da'i/ الدَّاعِيْ penyeru), Siroj Munir/ السِّرَاجُ الْمُنِيْرُ (lentera yang bercahaya), Nabi Mushthofa/ النَّبِيُّ الْمُصْطَفَى (nabi yang terpilih), Ar-Rosul/ الرَّسُوْلُ (utusan), An-Naby Ummy/ النَّبِيُّ اْلأُمِّيُّ (nabi yang tidak membaca dan menulis), Ma'shum/ الْمَعْصُوْمُ (yang terjaga), Muballigh/ الْمُبَلِّغُ (penyampai), Qosim/ القَاسِمُ (pembagi), dll. Namun semua nama ini tidak dinyatakan secara sharih (lugas) dalam Nash-Nash tersebut sebagai nama sehingga memungkinkan ditafsiri sebagai sifat, Kunyah (Surname) atau Laqob (gelar/ nickname) bukan nama.

Untuk mendalami topik yang membahas nama-nama Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berikut ini di daftarkan sejumlah referensi penting;
1. الرياض الأنيقة في شرح أسماء خير الخليقة للسيوطي
2. المستوفى في أسماء المصطفى لابن دحية
3. أرجوزة في أسماء النبي - صلى الله عليه وسلم لأبي عبد الله القرطبي
4. شرح أسماء الرسول صلى الله عليه وسلم للرصاع
5. القول البديع للسخاوي
6. كتاب أسماء رسول الله صلى الله عليه و سلم لأحمد بن فارس
7. أسماء النبي - عليه الصلاة والسلام – "لأبي الحسن علي بن أحمد الحراني
8. أسماء النبي - صلى الله عليه وسلم لحسين بن حمدان الخصيبي ت358 .
9. المنبي في أسماء النبي - عليه الصلاة والسلام لابن فارس : أحمد اللغوي ت395 .
10. أسماء النبي صلى الله عليه وسلم لعبد الرحمن بن السيد عبد المحسن بن السيد عبد المنعم ، الأنصاري ، الواسطي ، الحافظ تقي الدين أبو الفرج الرفاعي الشافعي ت734
11. شرح رجز أبي عمرو بن منظور في أسماء النبي صلى الله عليه وسلم " .لعلي بن محمد بن محمد بن علي الفرشي ، نور الدين أبو الحسن البسطي ، الشهير بالقلصادي الأندلسي المالكي ت891
12. مشكاة الأحلام ، في أسماء النبي عليه السلام " تركي لعبد الله بن عبد العزيز الباليكسري الرومي ،الشهير بالصلاحي الأديب الصوفي الحنفي الخلوتي ت1197
13. أسماء النبي صلى الله عليه وسلم لمحمد بن عبد الدائم بن محمد بن سلامة ، القاضي ، ناصر الدين أبو عبد الله المصري الشافعي الشاذلي المعروف بابن المبلق ت797
14. المستوفى في أسماء المصطفى - صلى الله عليه وسلم لأبي الخطاب ابن دحية : عمر بن علي السبتي اللغوي ت633
15. النهجة السوية في الأسماء النبوية للسيوطي ت911
16. الغسول في أسماء الرسول لمحمد بن يوسف بن عيسى أطفيش الحفصي العدوي الجزائري ت1332 .
17. إرشاد العقول فيما تيسر جمعه من أسماء الرسول صلى الله عليه وسلم للدكتور المهندس/ موسى محمود شومان - هداه الله - ( أشعري )
18. أحسن الوسائل في نظم أسماء النبي الكامل - يوسف النبهاني
19. الشفا بتعريف حقوق المصطفى في " فصل في أسمائه صلى الله عليه وسلم وما تضمنته من فضيلته " للقاضي عياض
20. سبل الهدى والرشاد في سيرة خير العباد للشيخ محمد بن يوسف الدمشقي الصالحي في فصل جماع أبواب أسمائه صلى الله عليه وسلم وكناه
21. دلائل الخيرات للجزولي
22. جلاء الأفهام لابن القيم
23. زاد المعاد لابن القيم
24. الشمائل للترمذي
25. تحفة المودود للإمام ابن القيِّم
26. تاريخ دمشق للحافظ ابن عساكر
27. كتب السير ، والخصائص النبوية ، والشروح الحديثية

Adapun Yasin dan Thoha, dua nama ini bukan nama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam. Tidak ada Nash dalam Al-Quran yang menunjukkan dua nama itu adalah nama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana para Shahabat tidak pernah memanggil beliau dengan nama itu. Tidak ada pula Nash Mutawatir, Ahad, Shahih, Hasan,Marfu’, Mauquf,bahkan Mursal sekalipun bahwa kedua nama itu adalah nama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam.

Adanya Dhomir “Ka” (engkau) dalam Al-Qur’an sesudah ayat “Thoha” dan “Yasin” tidak menunjukkan dua nama tersebut Nama beliau, karena yang semisal dengan Thoha dan Yasin dalam Al-Qur’an lebih dari satu. “Nun” misalnya, mirip Yasin yakni adanya Dhomir “Ka” pada ayat yang menyusulnya. Namun Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam tidak diberi nama Nun. “Alif Lam Mim Shod” juga mirip polanya dengan Thoha, yakni adanya Dhomir “Ka” pada ayat yang berada sesudahnya, namun Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam tidak diberi nama Alif Lam Mim Shod. Yasin, Thoha,Nun, Alif Lam Mim Shod, Qof, dan sebaginya tidak lebih ayat-ayat pemuka surat (Fawatih As-Suwar) yang menjadi nama surat, bukan nama-nama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam. Wallahua'lam.

sumber: suara islam

1 komentar:

muhammad muafa mengatakan... 05.05

Assalamu'alaikum.
Alhamdulillah, senang rasanya panjenengan ikut andil menyebarkan ilmu...semua artikel-artikel saya boleh dicopas dalam rangka amal shalih..silakan dicopas sebanyak-banyaknya..hanya saja berikan kontak saya agar jika ada yang ingin konfirmasi atau mendiskusikan, semuanya bisa terakomodasi dengan baik. Monggo berkunjung ke blog saya; http://abuhauramuafa.wordpress.com/

Post a Comment and Don't Spam!

terima kasih atas kunjungan anda...

 

VISITOR

Free counters!